Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Fat Grafting Surgery [Update 16/12/2019]

Tidak puas dengan hasil jangka pendek dari filler atau khawatir tentang efek samping dari implan? Mengapa tidak mempertimbangkan untuk fat grafting?


Fat transfer atau fat grafting adalah proses operasi untuk memindahkan lemak dari satu area (seperti paha atau perut) ke area lainnya yang kurang dimensi. Prosedur ini memberikan solusi alternatif bagi mereka yang ingin meningkatkan area tubuh tertentu seperti payudara dan fitur wajah lainnya. 


Prosedur ini lebih aman dan memiliki kemungkinan komplikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan operasi prostetik lainnya karena pasien menggunakan jaringan (lemak) nya sendiri. Selain itu, hasil fat graft juga lebih tahan lama dan memberikan efek yang lebih alami dibandingkan dengan filler atau implan silikon.

Source: TL Plastic Surgery, Banobagi

Bagaimana prosedur dari Fat Grafting?

Source: Daily Vanity

Fat grafting adalah perawatan rawat jalan dan tidak memerlukan rawat inap. Pertama, anestesi lokal akan diberikan melalui suntikan sebelum lemak diambil melalui prosedur liposuction dan beberapa sayatan kecil. Setelah itu, lemak diproses dengan cara sentrifugasi, di filter untuk memisahkan kontaminan dan kotoran lalu mengekstrak lemak murni. Para dokter kemudian dengan hati-hati menyuntikan jaringan lemak murni ke area yang baru, terkadang dokter akan melakukan teknik  memijat atau menggunakan teknik penempatan untuk mendapatkan kontur yang tepat dan sesuai. Ada batasan berapa banyak lemak yang dapat disuntikan dan jika Anda membutuhkan lebih banyak injeksi selama masa tindak lanjut, maka biaya yang dikeluarkan akan lebih tinggi.

Semua lemak mengandung stem cell, yang meningkatkan kelangsungan hidup lemak dan bekerja untuk meremajakan kulit di atasnya. Stem cell ekstra ini diekstraksi dari lemak yang tidak diperlukan untuk fat grafting. Lemak dan Stem cell yang tidak digunakan dalam prosedur fat grafting ini dapat dipanen dan disimpan untuk lebih lanjut dan digunakan lagi di masa yang akan datang sesuai dengan kebutuhan.

Area Fat Grafting

Fat Grafting adalah prosedur yang populer tidak hanya untuk kelompok setengah baya yang ingin memperlambat proses penuaan dan mempertahankan penampilan muda mereka, tetapi juga bagi mereka yang berusia 20-30an yang secara alami memiliki wajah cekung atau mengalami kehilangan lemak diwajah karena diet. Untuk mengatasi masalah tersebut, orang dapat memilih fat grafting untuk meningkatkan volume wajah dan memiliki kulit yang segar dan cerah. Orang yang ingin memiliki bentuk wajah yang simetris juga dapat memilih fat graft agar memiliki tampilan wajah yang lebih jelas. Di bawah ini adalah beberapa Area tubuh umum dimana fat graft dapat dilakukan.

1. Dahi

Source: Banobagi

Bagian dahi menutupi sekitar ⅓ bagian dari wajah dan itu sangat mempengaruhi image profil seseorang. Jika dahi datar atau lekuk, itu akan memberikan image maskulin yang mungkin dianggap kurang menarik. Untuk mengatasinya fat graft dapat dilakukan untuk membuat dahi menjadi lebih tebal dan terlihat halus.

2. Pipi

Source: Banobagi

Area lemak yang ditempatkan dengan baik di bagian pipi dan wajah bagian tengah dapat membuat tampilan kita terlihat lebih muda. Namun, seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin yang membentuk jaringan pendukung di bawah kulit kita mulai melambat. Semakin tua juga menyebabkan ligamen dan tendon di wajah memanjang dan melemah, hal ini dapat memungkinkan area lemak bergerak kebawah. Tentu saja, ada juga beberapa alasan lain mengapa orang memiliki pipi yang cekung seperti penurunan berat badan yang tiba-tiba dan merokok dalam jangka panjang. Tidak adanya lemak di sekitar pipi membuat wajah menjadi tidak hidup, dan tulang-tulang yang menonjol membuat wajah terlihat agak kasar dan kaku. Dengan prosedur fat graft, seseorang akan dapat memiliki tampilan yang lebih muda dan lebih sehat dengan pipi yang penuh dan terisi.

3. Nasolabial Fold/ Garis Senyum

Source: Banobagi

Nasolabial fold atau yang biasa disebut dengan garis senyum merupakan garis lekukan yang berada di kedua sisi mulut yang memanjang dari ujung hidung ke sudut luar mulut. Garis ini juga cenderung semakin dalam seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa orang mungkin mempunyai keriput di sebelah garis ini yang akan semakin terlihat selama tersenyum. Dengan fat graft, garis ini dapat disamarkan dan dihaluskan dan ekspresi wajah akan menjadi lebih natural dan elegan.

4. Eyelid

Eyelid atau kelopak mata yang terlihat kendur disebut ptosis atau blepharoptosis. Dalam kondisi ini, batas kelopak mata bagian atas turun ke posisi yang lebih rendah dari biasanya. Pada kasus yang lebih parah, kelopak mata yang kendur dapat menutupi seluruh atau sebagian pupil dan mengganggu penglihatan. Penuaan adalah penyebab paling umum dari kelopak mata kendur, dan kelopak mata seperti itu bisa memberikan tampilan penuaan yang lebih intens. Fat Graft dapat membantu memperbaiki ptosis dan membantu seseorang untuk memiliki mata yang tampak lebih muda dan kelopak mata yang lebih halus.

5. Payudara

Source: TL Plastic Surgery

Fat graft telah muncul sebagai teknik rekonstruksi payudara baru. Untuk tipe tubuh kurus, ada batasan jumlah lemak yang ditransplantasikan ke payudara untuk mencegah kehilangan lemak berlebih. Tubuh yang berlekuk memiliki resiko rendah dari kontraktur kapsuler dan cenderung menghasilkan hasil yang lebih natural baik dalam tekstur dan bentuk payudara. Tergantung pada ukuran yang Anda inginkan dari payudara yang direkonstruksi, Anda mungkin memerlukan beberapa sesi fat graft yang dilakukan selama beberapa bulan.

6. Butt-lift

Source: VIP Plastic Surgery

Pinggul yang lebih besar dan bokong yang lebih penuh telah dianggap sebagai fitur yang menarik dalam masyarakat kita dan akhir-akhir ini lebih banyak orang yang melakukan squat dan berfokus pada tubuh bagian belakang mereka. Fat graft di daerah pinggul dan pantat dapat membuat kaki terlihat lebih panjang dan semakin meningkatkan bentuk dari pinggul itu sendiri.


Berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan prosedur ini dan waktu pemulihan?

Fat Graft adalah prosedur serbaguna yang dapat menangani sejumlah area yang berbeda-beda dan waktu operasi juga sangat bervariasi tergantung dari area yang ditangani. Prosedur yang melibatkan area kecil hanya akan memakan waktu satu jam akan tetapi prosedur yang melibatkan area besar (seperti Buttock Augmentation) bisa memakan waktu hingga empat jam.

Waktu pemulihan setelah prosedur fat grafting umumnya memakan waktu yang sebentar, akan tetapi lamanya pemulihan dan pembengkakan yang muncul juga tergantung dari area yang ditangani. Rata-rata pasien dapat kembali bekerja setelah 4-5 hari. Pembengkakan juga akan mereda setelah beberapa minggu, dan hasil akhirnya dapat terlihat setelah beberapa bulan. Untuk waktu dan timeline yang lebih detail biasanya dokter akan memberikan evaluasi yang lebih formal selama konsultasi.

Setelah melakukan prosedur operasi, pasien harus dengan teliti merawat area yang lemaknya diambil dan bagian tubuh yang menerima transplantasi lemak tersebut. Pelepasan benang jahitan biasanya dilakukan satu minggu setelah prosedur operasi. Lebam dan pembengkakan sangat umum terjadi dan akan memudar setelah beberapa waktu. Sangat dianjurkan untuk menghindari rokok dan minuman alkohol, dan mulai olahraga secara teratur setelah tiga minggu setelah operasi.

Hasil dari Fat Graft akan bertahan berapa lama?

Hasil Fat Graft bersifat permanen, akan tetapi penting bagi pasien untuk mempertahankan berat badan yang stabil. Seiring berjalannya waktu, lemak di tubuh kita akan berubah secara alami seiring bertambahnya usia tubuh kita. Kesuksesan dan hasil dari operasi tergantung pada beberapa faktor seperti keterampilan ahli bedah, bagaimana proses lemak itu diambil dan di ekstrak, dan bagaimana lemak itu dicangkokan ke dalam tubuh kita. Sama seperti prosedur lain, agar prosedur fat graft berhasil diperlukan seorang ahli bedah yang memiliki  kemampuan yang tinggi, pengalaman yang mumpuni, dan pengetahuan yang luas. Jika prosedur sukses dilakukan, lemak yang ditransplantasikan ke dalam tubuh akan membuat supply darah baru dan menerima nutrisi agar dia dapat bertahan. Jika hal ini terjadi, maka hasil dari fat graft akan permanen. Akan tetapi masih ada kemungkinan lemak yang dicangkokan akan terserap kedalam tubuh, hal inilah yang menyebabkan harus dilakukannya prosedur tambahan. 

Apakah ada efek samping dan bahaya yang ditimbulkan?

Hal yang umumnya terjadi setelah melakukan prosedur fat graft :

  • Memar dan pembengkakan pada area yang lemaknya diambil dan bagian tubuh yang menerima transplantasi lemak tersebut.
  • Mati rasa atau kebas untuk sementara waktu
  • Bekas luka kecil - ini mungkin akan memudar, tetapi tidak akan sepenuhnya hilang
  • Kehilangan lemak dari area yang disuntikan selama beberapa bulan

Fat graft umumnya merupakan prosedur yang aman. Tetapi terkadang dapat menghasilkan : 

  • Kumpulan darah dibawah kulit (hematoma)
  • Kematian jaringan lemak (nekrosis lemak)
  • Penyumbatan di pembuluh darah yang disebabkan oleh potongan lemak (emboli lemak)
  • Pneumotoraks
  • Bekas luka yang terlihat jelas

Setiap prosedur operasi dapat membawa resiko kecil, seperti :

  • Pendarahan yang berlebihan
  • Pembekuan darah
  • Infeksi
  • Reaksi alergi terhadap obat bius - yang mana dapat dihindari dengan komunikasi yang efektif dengan dokter

Walaupun fat graft merupakan prosedur yang aman, akan tetapi tidak menjamin bahwa prosedur ini 100% bebas dari resiko bahaya. Untuk alasan keamanan, penting untuk memiliki hubungan yang sehat dengan dokter yang bertanggung jawab karena ia akan memberikan pasien informasi dan perawatan lanjutan.

Treatment apa yang bisa dikombinasikan dengan fat graft?

Fat graft pada area wajah atau tubuh dapat dengan mudah dilengkapi oleh prosedur lainnya  seperti facelift, treatment berbasis energi seperti laser dan microneedling dengan radiofrekuensi dan platelet rich plasma (PRP) therapy 


Info lebih lanjut?

Apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang perawatan ini, hubungi Eunogo ke nomor +62 878 0009 0088 (WA,LINE) atau konsultasi@eunogo.com